Jakarta – Memasuki bulan Juni 2026, para pelaku industri, khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan, kembali dihadapkan pada tantangan baru. Berdasarkan pembaruan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru, harga solar industri (High Speed Diesel/HSD B40) tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Di sisi lain, masyarakat umum mendapat angin segar karena PT Pertamina (Persero) justru menurunkan harga solar nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex di SPBU. Lantas, bagaimana rincian lengkap perubahan harga BBM diesel per Juni 2026 ini? Berikut ulasannya.

Kenaikan Harga Solar Industri: Tembus Rp26.200 per Liter
Bagi sektor alat berat dan industri skala besar, harga keekonomian solar industri (HSD B40) untuk periode 1–14 Juni 2026 kembali merangkak naik. Di wilayah Indonesia Timur, harga komoditas ini bahkan disebut telah menyentuh angka Rp26.200 per liter.
Kenaikan harga solar industri ini tentu menjadi perhatian utama para pengusaha. Pasalnya, bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar bagi industri padat energi seperti pertambangan. Para penambang dan kontraktor kini semakin gencar melakukan efisiensi operasional pada alat berat mereka guna menekan pembengkakan biaya.
Kebalikan dari Industri, Harga Solar Nonsubsidi di SPBU Justru Turun!
Berbanding terbalik dengan sektor industri, konsumen kendaraan diesel pribadi atau niaga ringan justru mendapat keuntungan bulan ini. Per 1 Juni 2026, Pertamina resmi menurunkan harga BBM diesel nonsubsidi yang dijual di SPBU.
Berikut rincian penurunan harganya untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya:
-
Dexlite (CN 51): Turun menjadi Rp23.000 per liter (sebelumnya Rp26.000 per liter pada Mei 2026).
-
Pertamina Dex (CN 53): Turun menjadi Rp24.800 per liter (sebelumnya Rp27.900 per liter).
Tidak hanya Pertamina, SPBU swasta seperti BP-AKR juga kompak memangkas harga bahan bakar dieselnya. Produk BP Ultimate Diesel kini dibanderol di harga Rp25.060 per liter, turun tajam sebesar Rp4.830 dari harga bulan sebelumnya.
Harga Biosolar Subsidi Tetap Aman
Bagi masyarakat pengguna kendaraan niaga angkutan barang umum maupun transportasi publik yang mengandalkan bahan bakar subsidi, Anda tidak perlu khawatir. Pemerintah dan Pertamina memastikan harga Biosolar (Solar Subsidi) tidak mengalami perubahan dan tetap dipertahankan pada harga Rp6.800 per liter di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia.
Harga Pertalite juga tetap stabil di angka Rp10.000 per liter. Namun, sebagai catatan, Pertamina menaikkan harga untuk produk BBM bensin beroktan tinggi, yakni Pertamax Turbo (RON 98) yang kini naik menjadi Rp20.750 per liter.
Dampak Bagi Sektor Alat Berat
Dengan naiknya harga solar industri di tengah penurunan harga BBM di SPBU umum, pelaku usaha dituntut untuk lebih bijak. Salah satu langkah efisiensinya adalah dengan memastikan kalibrasi pompa injeksi bahan bakar (fuel injection pump) pada mesin alat berat bekerja sempurna. Perawatan komponen mesin diesel yang presisi dapat meminimalkan pembuangan solar yang tidak perlu, sehingga konsumsi bahan bakar tetap hemat meskipun harga industri sedang melonjak.